Dalam setiap kata pembentukan atau sintesis tentunya akan melibatkan atau merancang serangkaian reaksi yang dimana dapat mengubah suatu bahan baku menjadi bahan yang lain dalam jumlah dan bentuk yang berbeda. Dimana dalam pembentukan itu dapat mendapatkan target molekul yang memiliki kegunaan tertentu. Oleh karena itu, dalam pembentukan kerangka karbon sangat penting karena didalam reaksi memungkinkan terjadinya modifikasi atau transformasi gugus fungsi yang ada pada reaksi tersebut. Memperpanjang rantai karbon atau menambahkan gugus fungsi dapat dilakukan dengan cara subsitusi nukleofilik, dimana dapat mengganti gugus halogen -X dengan gugus nitril -CN. Haloalkana dengan -X dimana karbon baru akan ditambahkan dengan bantuan reagent seperti natrium atau kalium sianida, NaCN atau KCN. Mekanismenya dapat dilihat pada gambar berikut :
1) Biosintesis asam amino nonesensial melalui transaminasi dengan asam glutamat.
2) Asam amino yang menghasilkan asetil KoA adalah asam amino ketogenik. Leusin adalah satu-satunya asam amino ketogenik murni.
3) Asam amino yang menimbulkan asam piruvat atau salah satu zat antara siklus krebs bersifat glukogenik.
4) Asam amino yang menghasilkan asetil KoA dan asam piruvat atau salah satu zat antara siklus krebs bersifat glukogenik dan ketogenik.
5) Oksidasi melalui siklus krebs untuk menghasilkan karbon dioksida, air dan energi
Permasalahan :
1. Dalam pembentukan kerangka karbon membutuhkan reagent saat menjalankan reaksi, lalu bagaimana apabila reagent yang digunakan tidak sesuai dengan reaksi yang dijalankan. Apakah reaksi tetap berjalan atau ada kemungkinan yang lain dalam reaksi tersebut?
2. Bagaimana menurut anda hasil akhir yang didaptkan jika hanya melihat dari sifat fisika dan sifat kimia nya saja
3. Apakah ada cara lain yang dapat dilakukan agar mendapatkan hasil dalam menambahkan gugus fungsi selain dengan cara subsitusi nukleofilik
